Sabtu, 09 Maret 2013

Nama Rasi Bintang

Dalam astronomi, istilah ini digunakan untuk memberikan nama kelompok bintang tertentu. Dari sejarah terawal, kita telah menemukan bahwa kelompok besar bintang (rasi bintang), kelompok kecil bintang (asterisme, seperti Pleiades) dan bintang-bintang tunggal di berikan nama yang melambangkan keyakinan meteorologis, religius atau mitologis. Gagasan kalau nama dan mitos rasi bintang berasal dari Yunani telah terbukti salah. Lebih mungkin nama dan mitos rasi bintang berasal dari Semitis atau pra semitis baru disalurkan ke Yunani kuno oleh bangsa Funiks (bangsa pelayar yang menggunakan bintang terus menerus untuk pekerjaannya).

Catatan sejarah tertua mengenai daftar rasi bintang ditemukan dalam kisah penciptaan dari tahun 650 SM. Legenda ini disalin dalam cuneiform (tulisan paku) dari naskah yang lebih tua lagi. Semenjak saat tersebut, referensi terus diberikan pada legenda-legenda rasi bintang dalam tulisan sastra dan historis. Landasan pembagian rasi bintang modern ditemukan dalam daftar 48 rasi bintang yang dibuat oleh Ptolomeus sekitar tahun 150 M. Daftar berikut berdasarkan tulisan penerus Ptolomeus, terutama Hipparchus.
Belahan langit UtaraKhatulistiwa langitBelahan langit selatan
AndromedaAquariusAntilia
AquilaAriesApus
AurigaCancerAra
BootesCapricornusCaelum
CamelopardalisGeminiCanis major
Canes venaticiLeoCanis minor
CassiopeiaLibraCarina
CepheusOphiuchusCentaurus
Coma berenicesPiscesCetus
Corona borealisSagittariusChamaeleon
CygnusScorpiusCircinus
DelphinusTaurusColumba
DracoVirgoCorona australis
Equuleus
Corvus
Hercules
Crater
Lacerta
Crux
Leo minor
Dorado
Lynx
Eridanus
Lyra
Fornax
Pegasus
Grus
Perseus
Horolgium
Sagitta
Hydra
Serpens
Hydrus
Triangulum
Indus
Ursa major
Lepus
Ursa minor
Lupus
Vulpecula
Mensa

Microscopium

Monoceros

Musca

Norma

Octans

Orion

Pavo

Phoenix

Pictor

Piscis austrinus

Puppis

Pyxis

Reticulum

Sculptor

Scutum

Sextans

Telescopium

Triangulum australe

Tucana

Vela

Volans
Perbatasan yang dibuat oleh rasi bintang Ptolomeus sangat tidak jelas dan banyak bintang tampak yang tertinggal. Lebih jauh, daftarnya hanya memuat bagian langit yang terlihat dari daerah Laut Tengah bagian selatan. 1800 tahun sejak masa Ptolomeus, daftar ini telah ditambahkan dan perbatasan-perbatasan dibuat, hingga sekarang, sehingga semua bintang yang ada dilangit termuat dalam rasinya sendiri. Uni Astronomi Internasional menyerahkan masalah pemberian batas rasi bintang pada komite khusus dan di tahun 1930, daftar finalnya sudah diterbitkan.
Beberapa usaha telah dilakukan untuk menggantikan nama mitologis kuno dengan yang lebih modern, seperti Coelum Stellatum Christianum karya Julius Schiller tahun 1627 yang menggantikan nama-nama kuno dengan berbagai nama orang suci gereja, namun usaha ini tidak populer.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

diperbolehkan komentar asalkan kata-katanya sopan
Bila ada pertanyaan harap Tulis langsung